Tahun Depan Guru Wajib 8 Jam di Kelas, Kehadiran Guru Dipantau Secara Nasional dengan Finger Print

'

INTANONLINE - Pada tahun depan pemerintah akan menerapkan sistem absensi nasional melalui teknologi finger print kepada semua guru di berbagai jenjang sekolah dasar dan menengah. Data kehadiran tersebut akan menjadi salah satu landasan bagi pemerintah untuk membayar tunjangan profesi guru.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, pembayaran tunjangan profesi guru juga mengacu kepada UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Yakni, semua guru berstatus pegawai negeri sipil wajib memenuhi beban kerja selama 8 jam sehari selama 5 hari seminggu.

Ia menuturkan, absensi nasional sangat penting agar dana tunjangan profesi guru dapat disalurkan secara efektif dan diterima oleh guru yang berkinerja baik. Ia berharap, penerapan sistem tersebut dapat meningkatkan profesionalisme guru. Yakni, kompeten dalam menyiapkan anak didik untuk menjadi generasi muda penerus bangsa yang kompetitif di tingkat global.

"Kami sedang mengusahakan finger print bisa langsung diterapkan tahun depan untuk memantau aktivitas guru. Sehingga nanti bisa dicek hingga tingkat pusat. Mereka yang tidak hadir otomatis nanti ada sanksi," ucap Muhadjir dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Minggu, 25 November 2018.

Ia mengatakan, absensi nasional diberlakukan kepada semua guru, termasuk guru bimbingan konseling, olah raga dan kesenian. Untuk memenuhi kewajiban mengajar 8 jam sehari, para guru kesenian, olah raga dan bimbingan konseling bisa beraktivitas di luar sekolah yang masih dalam satu zona. Dengan catatan, aktivitasnya masih bersentuhan dengan kegiatan pendidikan.

"Walaupun mereka hanya tercatat di satu sekolah, tapi bisa mengajar kesenian di sekolah lain yang berada dalam satu zona. Kolaborasi antarsekolah. Sekarang tak ada pilot project, akan diberlakukan untuk semua sekolah. Sanksi akan diterapkan sesuai aturan, di antaranya tak akan mendapat tunjangan profesi. Membimbing siswa juga akan kami hitung dalam beban kerja, sehingga kewajiban 40 jam seminggu terpenuhi," ujarnya.

HGN
Muhadjir menegaskan, peringatan HGN tahun ini menjadi momentum bagi pemerintah dan guru untuk bekerja sama meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Menurut dia, mutu dan profesionalitas guru sangat menentukan arah masa depan sebuah bangsa.

"Karena para guru lah yang akan menentukan generasi muda dalam membangun masa depan bangsa Indonesia. Peningkatan profesionalisme guru untuk menyongsong abad 21, artinya menyiapkan generasi muda yang cocok dengan dunia kerja dan kondisi sosial abad 21," katanya.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia, Unifah Rosyidi menyatakan, profesionalitas dan mutu guru menjadi simpul penentu dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Pemerintah dan organisasi profesi harus bekerja sama lebih keras dalam merumuskan sistem pendidikan nasional yang relevan.

"Kami berharap, tahun depan, pembenahan terhadap persoalan utama guru dalam melaksanakan tugas seperti administasi guru yang berbelit-belit, rumitnya penyaluran tunjangan profesi guru, dan penyelesaian masalah guru honorer bisa diselesaikan, kata Unifah.

sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/2018/11/25/tahun-depan-kehadiran-guru-dipantau-secara-nasional-dengan-finger-print-433648

IntanOnline